728x90 AdSpace

Latest News
Sabtu, 07 Januari 2017

Toleran Meninggikan Kita di Hadapan Sang Kuasa

Oleh: Suci Ayu Latifah

Manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Aristoteles mengungkapkan, manusia sebagai zoon politicon, yaitu makhluk sosial. Dikatakan makhluk sosial karena tanpa orang lain dalam berinteraksi, mustahil manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidup di dunia. Oleh karena itu, Allah menciptakan Adam dan Hawa agar manusia terus berkembang dan hidup bersama-sama.

Keberagaman dan keunikan setiap manusia merupakan suatu varian dari manusia itu sendiri. Hidup dan tinggal di negara Indonesia, pastinya sama-sama merasakan, menikmati, dan memahami bagaimana kondisi masyarakat dan negaranya.

Indonesia dengan beragam agama, suku, budaya, dan sudut pandang dirasa memunculkan warna baru yang sering menjadi momok di berbagai media. Seperti kegaduhan publik tentang penyataan Ahok yang menyinggung umat Islam menggemparkan sedemikian rupa. Terutama dari kelompok kanan yang selama ini mengaitkan isu-isu SARA dalam politik kepemimpinan di Jakarta.

Bermula pernyataan Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu. Ahok menyinggung umat islam dengan mengajak rakyat agar tidak mau dibohongi menggunakan surat al-Maidah ayat 51. Tentu saja pernyataan Ahok dengan cepat menggelinding di media. Tak heran, jika banyak umat Islam merasa tersinggung, kemudian menghujat Ahok sebagai pelaku penistaan agama Islam.

Fenomena di atas, mengingatkan kedudukan manusia dengan segala keterbatasan diri. Manusia tempatnya salah dan khilaf. Kata maaf Ahok kepada masyarakat merupakan bentuk kerendahan hati menyadari apa yang telah terlontar beberapa pekan itu telah menimbulkan perseteruan antar kelompok manusia.

Dengan harapan, kasus ini segera berakhir dan selesai melalui perdamaian.

Kalau Allah saja memaafkan umatnya yang melakukan kesalahan. Mengapa kita sebagai makhluk-NYA tidak melapangkan hati memaafkan sesama sebagai makhluk sosial. Apakah perseteruan yang kita inginkan? Mungkinkah, bumi akan kita warnai dengan noktah hitam? Meminjam ungkapan Steve Jobs, mantan CEO Apple menyebutkan, jangan membuang waktu untuk urusan yang berlarut-larut, karena dengan begitu kita sudah menyia-nyiakan kesempatan berharga.

Coba perhatikan, berdasarkan laporan Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life dalam dokumen Rising Restrictions on Religion (2011) menyebutkan, lebih dari 2,2 miliar manusia—sepertiga penduduk dunia hidup di negara dengan restriksi, represi, dan diskriminasi kehidupan beragama, baik oleh negara maupun masyarakat.

Indeks tersebut menggambarkan bahwa dunia kita semakin tidak toleran. Padahal dalam agama Islam dianjurkan untuk bersikap toleran terhadap sesama. Saling memaafkan, mengingatkan, dan menyadarkan. Hal ini ditekankan bukan berarti manusia itu lemah, justru dengan adanya toleran akan meninggikan kita di hadapan sang Kuasa. Jangan berbangga diri menjadi unggulan dan terbaik di dunia. Kalau di mata Allah kita sebenarnya begitu rendah, serendah-rendahnya makhluk ciptaan-NYA.

Indonesia, munginkah sangat tidak toleran? Tidak juga. Lembaga mengakui bahwa kebebasan agama tidak ada penghalang, pengekang, dan penindasan. Akan tetapi, kita teramat prihatin karena kebencian, permusuhan, dan kekerasan masih sering terjadi. Lebih memilukan lagi bila negara nyaris tidak hadir untuk memberikan perlindungan. Lalu, apa jadinya dunia ini?

* Penulis Mahasiswa STKIP PGRI PONOROGO
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Toleran Meninggikan Kita di Hadapan Sang Kuasa Rating: 5 Reviewed By: Almaidah Online