Sundapos

Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, KDS Tegaskan Komitmen Memberantas Rokok Ilegal KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) TMP A Bandung menggelar kegiatan seremonial pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 ini merupakan tindak lanjut atas hasil penindakan dan pengawasan terhadap barang-barang ilegal yang telah ditetapkan sebagai barang milik negara. Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Satpol PP Kabupaten Bandung beserta seluruh jajaran penegak hukum atas kerja keras dan kesigapannya di lapangan. “Saya memberikan apresiasi kepada Satpol PP beserta jajaran yang sudah melakukan penindakan dan persiapan pemusnahan rokok ilegal ini. Hampir 1 juta bungkus terkumpul berkat kesigapan petugas yang bahkan harus bermalam dan tidur di lapangan,” ujar KDS KDS menegaskan bahwa selain memberantas barang ilegal yang merugikan penerimaan negara, Satpol PP Kabupaten Bandung terus melakukan pembenahan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dengan pendekatan yang persuasif dan humanis. Ia juga mendorong adanya kolaborasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat terkait penataan estetika daerah, salah satunya penertiban reklame di sepanjang jalan provinsi. Sementara itu, Kepala Bea Cukai Bandung, Sutikno, menjelaskan bahwa barang yang dimusnahkan secara simbolis pada kegiatan tersebut merupakan hasil penindakan bersinergi selama tahun 2026. “Barang kena cukai hasil tembakau yang dimusnahkan sejumlah 1.190.000 batang dengan nilai barang mencapai Rp1.774.000.000, serta memiliki potensi kerugian atau penerimaan negara sebesar Rp891 juta sekian,” jelas Sutikno. Sutikno menambahkan, pemusnahan secara menyeluruh akan dilanjutkan menggunakan fasilitas insinerator ramah lingkungan di PT Jasa Medivest, Dawuan, Kabupaten Karawang. Langkah ini penting untuk menjaga iklim industri dan pasar rokok legal agar penerimaan cukai tetap terjaga. “Target penerimaan cukai untuk Jawa Barat sendiri mencapai Rp30 triliun, di mana Rp29 triliun berasal dari cukai rokok. Hingga saat ini sudah terealisasi Rp27,5 triliun. Pemusnahan ini penting agar tidak terjadi distorsi pasar dan penerimaan negara terlindungi,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Uwais Qorni, melaporkan bahwa rangkaian pemusnahan BKC ilegal ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar serta menciptakan iklim usaha yang sehat. “Upaya pemberantasan BKC ilegal ini dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari bimbingan teknis peningkatan kapasitas anggota, kolaborasi antar-instansi, penindakan di lapangan, hingga sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat,” paparnya.

KABUPATEN BANDUNG,SUNDAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) TMP A Bandung menggelar kegiatan seremonial pemusnahan

​KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS memimpin Apel Siaga dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah hukum Polresta Bandung, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mapolresta Bandung dan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perangkat daerah, TNI, Polri, serta para relawan dan elemen masyarakat. Dalam arahannya, KDS menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polresta Bandung yang telah menginisiasi kegiatan apel siaga ini. Menurutnya, apel tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana. “Apel siaga ini menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana,” ujar KDS. ​Mengingat Kabupaten Bandung telah memasuki musim penghujan, KDS mengingatkan bahwa sejumlah wilayah masih memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, seperti banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya. Kondisi ini menuntut seluruh elemen untuk tidak hanya bersiap ketika bencana terjadi, tetapi juga melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini. “Dalam penanganan bencana, kecepatan respon memang penting, namun upaya pencegahan dan kesiapsiagaan juga sama pentingnya. Identifikasi wilayah rawan, pemantauan kondisi lingkungan, kesiapan jalur evakuasi, ketersediaan peralatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegas KDS. ​Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat. Setiap unsur diminta untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing guna membangun komunikasi yang cepat dan memastikan penanganan di lapangan dapat berjalan terpadu. Selain itu, KDS mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan bencana dengan cara menjaga saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memperhatikan kondisi lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan. “Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ujar KDS. ​Melalui momentum apel siaga ini, KDS berharap komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang tangguh bencana dapat semakin diperkuat, yakni mampu mengenali risiko, mempersiapkan langkah antisipasi, merespon keadaan darurat dengan cepat, serta memulihkan kondisi masyarakat secara efektif

​KABUPATEN BANDUNG,SUNDAPOS.COM – Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS memimpin Apel Siaga dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.