Header Ads

Dinas Kebakaran Turunkan Tim Penyuluh di TMMD


SundaPos.Com |
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta menyiapkan dua tim sebagai tenaga penyuluhan penanggulangan bencana alam dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 di Desa Wanawali dan Desa Margaluyu.

Kedua tim ini akan membawakan tema yang berbeda, yakni tentang bencana kebakaran dan bencana alam lainnya, seperti gerakan tanah.

Dua tema besar tentang bencana alam ini, menurut Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono, sangat penting. Sebab sebagian besar wilayah Kabupaten Purwakarta termasuk rawan bencana alam, seperti kebakaran dan gerakan tanah. Bahkan beberapa lokasi termasuk zona merah, atau gerakan tanah cukup tinggi.

“Di saat musim kemarau, bencana kebakaran sangat intens terjadi di Purwakarta. Dalam sehari sering terjadi dua kali kebakaran. Bahkan, pernah beberapa waktu lalu sampai tujuh kasus kebakaran terjadi dalam sehari,”ungkap Wahyu.

Rata-rata, kasus kebakaran tidak hanya terjadi pada permukiman warga, namun juga pada hutan yang ada. Untuk zonasinya, kebakaran dominan terjadi di sekitar daerah industri, yakni pada lahan kosong yang banyak tumbuh ilalang.

Sementara ketika musim hujan, gerakan tanah menjadi ancaman. Sering kali terjadi tanah longsor pada daerah zona merah gerakan tanah. Pada daerah itu, kontur tanahnya adalah jenis lempung yang memiliki medan lincir cukup tinggi.

Dengan demikian, lanjut dia, penyuluhan kebencanaan dalam kegiatan TMMD ke-100, kedua tim ini akan difokuskan pada pemberian pemahaman kepada masyarakat doal antisipasi bencana alam, seperti kebakaran dan gerakan tanah. Selain juga memberikan pemahaman tentang tanda-tanda alam apabila akan terjadi bencana alam.(Hadi)                      

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.