Header Ads

Terjadi di Sukabumi! Keluarga akan Minta Kejelasan RSUD Jampang Kulon Atas Meninggalnya Friska


SundaPos.Com |
Ihwal meninggalnya Friska (21) warga  Kampung Cijati, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi masih belum jelas. Kabarnya, ia menghebuskan nafas  terakhir usai lakukan cekup pasca melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampang Kulon dengan mulut mengeluarkan busa dan bagian wajah membiru.

"Sebelumnya, pada 15 September 2017, pukul 15.30 WIB Friska ditemani ibu Eti untuk melakukan persalinan di RSUD Jampang Kulon dan langsung diterima oleh petugas RSUD tersebut, setelah beberapa jam berada di RSUD, Sabtu 00.05 dini hari WIB Friska melahirkan seorang bayi laki-laki dengan keadaan normal," Jelas Asep yang masih kerabat Friska, Kamis (21/9/2017).

Setelah dinyatakan sehat oleh pihak RSUD Jampang Kulon, Asep menerangkan, pada Minggu 17 September 2017 pukul 18.00 WIB meninggalkan RSUD Jampang Kulon didampingi orangtua dan suami Friska.

"Berada beberapa hari dirumah, pada hari Rabu pukul 07.00 WIB Friska ditemani ibunya kembali ke RSUD untuk kontrol kesehatan, sesampainya disana Friska diterima oleh Dokter anak guna memeriksa kesehatan anaknya," ungkapnya.

Asep juga menambahkan, pada saat itu Friska tangani oleh Dokter Rohadi dan setelah diperiksa oleh Dokter Friska pulang kerumah.

"Entah kenapa pukul 16.00 pergi lagi  ke RSUD Jampang  dengan ditemani oleh orang tua dan diterima oleh petugas medis dan di bawa masuk ke ruang IGD . Setelah orangtuanya masuk ke IGD mendapatkan  putrinya sudah meninggal.

Atas persejuan Dokter,  jasad Friska  lalu dibawa pulang dan kini jasadnya telah dimakamkan di rumah duka Kampung Cijanti, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi dan keluarga berencana akan mempertanyakan RSUD Jampang Kulon atas meninggalnya Friska secara mendadak dan tak lazim. (Rilis/R-01)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.