Header Ads

Astaghfirullah, Banyak Anak TKW Asal Sukabumi Mengalami Gangguan Emosi


SundaPos.Com |
Nasib anak-anak dari keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) se-Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rawan mengalami gangguan emosi atau labil. Hal itu karena kurangnya perhatian dan kasih sayang orangtuanya, tidak sedikit terjerembab pada tingkah laku kenakalan.

Demikian hal itu disampaikan pemerhati anak Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti, hari ini.

“Tidak hanya kerap berbohong, tapi emosi mereka meledak-ledak, tidak terkontrol sehingga terjerembab pada kenakalan remaja,” katanya kepada awak media, di Sukabumi.

Menurutnya, untuk membantu persoalan yang dihadapi anak TKW tersebut, diperlukan langkah strategis dari pemerintah. Seperti yang dilakukan Pemkab Sukabumi terhadap tiga ratus orang anak dari TKW telah mendorong program pemberdayaan.

Program yang dilakukan terhadap anak TKW yang tersebar di Desa Bencoy, Cireunghas, Tegalpanjang, Cipurut dan Desa Caringin, kata Elis Nurbaeti, tidak hanya teknik pengenalan diri, teknik olah raga senam otak, dan teknik fokus dan konsentrasi.

“Tapi penekanan tentang norma-norma agama dan sosial. Diharapkan dengan menumbuhkan rasa percaya diri mereka bisa menjadi orang sukses,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan kali ini. Apalagi kegiatan ini merupakan jaminan pemerintah dalam melaksanakan prinsip equality. Sesuai dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan penduduk sebagai sumber daya pembangunan.

Iyos Somantari mengatakan sasaran program bagi anak TKW diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui prioritas sosial rawan ekonomi. Tapi dalam mengoptimalkan kesehatan dan pendidikan berdasarkan kemandirian dan keswadayaan.

Ketua Panitia Kasih Anggraini mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan keluarga TKI. Termasuk pemenuhan hak anak TKI hingga peningkatan pengetahuan tentang hak-hak anak.

“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan dari kekerasan, pornograpi serta perlakuan negatif lainnya,” katanya. (Sumber: Gala/Poppy Siti Sopiah)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.