Header Ads

Contoh Terpuji dari Liga Santri, Saat Melakukan Pelanggaran Pemain Cium Tangan Wasit


SundaPos.Com |
Liga Santri Nusantara (LSN) mulai digelar di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Senin (23/10/2017). Event ini  mempertandingkan tim sepak bola Pesantren Nurul Fauzi dari Kabupaten Tasikmalaya menghadapi tim Pesantren Hamzan Wadi, dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menarik perhatian penonton.

Kejadian langka dan sungguh terpuji terlihat dalam pertandingan antar santri sore tadi. Bahkan bisa dijadikan inspirasi dan contoh bagaimana seorang pemain menghargai wasit yang memimpin pertandingan.

Proses pembelajaran yang sangat terpuji itu terjadi saat  wasit meniup pelanggaran salah seorang pemain Nurul Fauzi kepada pemain lawannya. Dengan sportif pemain tersebut membangunkan lawannya yang terjatuh. Tidak itu saja, pemain Nurul Fauzi tersebut menghampiri wasit dan mencium tangannya sebagai tanda menghormati keputusan wasit.

Menurut tim sepak bola pondok pesantren Nurul Fauzi Kabupaten Tasikmalaya, M Rohyan, hal itu sudah dibiasakan oleh para pemain ketika menjalani laga.

"Memang setiap bertanding kita biasakan, terutama waktu berlaga di Tasikmalaya, anak-anak memang seperti itu. Sebab pesan kiai kepada anak-anak yaitu menjaga sportifitas dan silaturahmi antar santri, terutama pemimpin pertandingan hingga tidak terjadi keributan antar wasit atau pemain," kata Rohyan kepada awak media, hari ini.

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.