Header Ads

Tatang: Budaya Sunda Tak Boleh Tergerus Budaya Asing


SundaPos.Com | Dalam rangka hari sumpah pemuda tanggal 28 oktober 2017 akan dilaksanakan selama 2 hari dan puncaknya pada tanggal 29 oktober 2017, menurut direncana acara ini akan dihadiri oleh wakil presiden RI.

Acara ini nantinya juga akan dihadiri oleh Bapak Prabowo Subianto selaku ketua umum IPSI dan sesuai rencana juga beliau akan memberikan gelar-gelar pendekar kepada beberapa orang nantinya.

Tujuan acara Sumpah Pemuda ini untuk sosialisasi dan pemassalan minat olahraga prestasi pencak silat yang dipertandingkan pada kejuaraan pencak silat jenis kategori Tunggal dari kejuaraan pekan olahraga kota, pekan olah raga nasional hingga pekan olah raga asia tenggara dan kejuaraan dunia pada semua perguruan khususnya di kota bekasi dan umumnya di daerah-daerah lain.

Tujuan ini untuk pembibitan sesuai renstra koni kota bekasi desember 2016 lalu di Lembang oleh ketua koni kota bekasi, Bang yan rosyad.

"Saya hadir disini dalam rangka gladi resik untuk pelaksanaan pada tanggal 29 Oktober 2017 yang mana nantinya kita akan menampilkan 3000 persilat dengan gerakan yang sama didalam satu gerakan dan ini pun nantinya akan langsung mendapatkan rekor muri oleh Jaya Suprana," ujar Kang Tatang pada saat menghadiri gladi resik di lapangan sepak bola Bekasi,Jawa Barat, Minggu(15/10)pagi.

Kang Tatang mengingatkan Seni budaya Sunda dan Budaya Indonesia tidak boleh hilang dan tidak boleh dipinggirkan oleh budaya-budaya yang datang dari luar ke negara kita tercintai ini. Kebudayaan Sunda tak boleh tergerus budaya asing.

"Untuk itu saya mengajak untuk seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Sunda untuk dapat mencintai, budayakan dan mengembangkan seni budaya Sunda, seni budaya Indonesia sehingga kebudayaan kita bisa terus tetap eksis," katanya.

Sementarta itu, Rahmadsyah selaku ketua IPSI kota Bekasi mengatakan saya bersyukur kepada bapak Tatang yang terus memperhatikan budaya sunda. Kedepan kita harus lebih mencintai budaya Indonesia, karena NKRI harga mati, pencak silat juga harga mati. (hadi)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.