Header Ads

Stadion Wibawa Mukti Siap Sambut Pesta Asian Games 2018


SundaPos.Com | Tujuh bulan jelang Asian Games 2018, Pemerintah Kabupaten Bekasi, percaya diri bahwa Stadion Wibawa Mukti akan menjadi salah satu venue dalam pesta olahraga empat tahunan ini.

Pasalnya, Stadion Wibawa Mukti ini berpengalaman dalam menggelar pertandingan Internasional. Teranyar adalah pertandingan persahabatan Timnas Indonesia senior dan U-23 melawan Timnas Suriah.

Stadion yang terletak di Desa Sertajaya, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada awalnya dibangun untuk menjadi tuan rumah Porda Jabar XII tahun 2014.

Pembangunan Stadion dengan kapasitas 40.000 penonton ini dimulai pada tahun 2009 dan selesai ditahun 2014 dengan anggaran Rp 530 M.

Fasilitas lainnya yang melengkapi adalah tempat duduk single seat, billboard ukuran besar, loket e-ticketing, dan fasilitas teknologi informasi yang digunakan untuk menunjang jalannya pertandingan.

Fasilitas e-ticket di stadion ini memberi kenyamanan tersendiri bagi para penonton yang enggan mengantre di loket regular.

Stadion ini juga memiliki akses transportasi yang sangat baik, salah satunya dekat dengan gerbang tol Cibatu KM 34.7 Jakarta-Cikampek.

Sekjend PSSI Ratu Tisha Destria mengungkapkan bahwa Stadion Wibawa Mukti sangat layak digunakan dalam pertandingan tingkat internasional.

"Stadion Wibawa Mukti dipilih karena faktor teknis lapangan, kontrol akses area stadion yang mudah" ungkapnya.

Upaya pembenahan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat Stadion Wibawa Mukti.

Pantaun Dakta di lapangan, penataan Taman Sehati yang menjadi ikon pelengkap Stadion Wibawa Mukti terus dipercepat. Fasilitas hiburan olahraga juga mulai dilengkapi dengan adanya sirkuit Go Kart di sisi timur Stadion.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Deni Rusnandi mengatakan salah satu focus pembenahan fasilitas Stadion Wibawa Mukti adalah dengan menyiapkan Gedung Parkir bertingkat yang terintegrasi dengan loket tiket masuk.

“Anggarannya sudah disiapkan di APBD 2018, semoga dalam waktu dekat sudah bisa diekskusi” kata Deni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/11).

Sementara itu, Kepala Disbudpora Dra. Nani Suwarni, memiliki harapan tersendiri dengan percepatan penataan kawasan Stadion Wibawa Mukti

“Harapannya sih, stadion semegaah ini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan signifikan bagi ekonomi warga sekitar,” ujar Nani kepada Dakta, Ahad (19/11).

Seolah membenarkan pernyataan Nani, seorang pedagang kaos Timnas Indonesia, yang tidak ingin disebut namanya mengaku dapat meraup omset Rp 5 juta dalam satu pertandingan.

“Iya nih bang, untung gede lumayan,” ungkapnya.

Namun, hingga saat ini belum terlihat wilayah yang disediakan secara khusus untuk memfasilitasi kegiatan berdagang bagi para pelaku UKM.

Jika dibandingkan dengan stadion Patriot Chandrabhaga yang juga diusung menjadi salah satu venue Asian Games 2018, banyak kelebihan yang ditawarkan Stadion Wibawa Mukti.

Mulai dari kapasitas penonton saja, Stadion Wibawa Mukti unggul dalam jumlah. Selain itu, perangkat IT yang digunakan untuk pengawasan juga lebih lengkap. Hal ini berdampak dengan kemudahan akses keluar masuknya pemain dan penonton.

"Kalau di Patriot tidak ada mix zone membuat pemain keluar lorong diarahkan ke kanan dan kiri tidak bisa," kata sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jabar Duddy S. Sutandi juga mengamini bahwa Stadion Wibawa Mukti layak dijadikan salah satu venue untuk Asian Games 2018.

“Kita sudah ajukan Wibawa Mukti sebagai salah satu venue Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang,” tukasnya. (Elnoordiansyah/Dakta)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.