Header Ads

Karena Bongkar Masjid, Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Somasi


SundaPos.com |
Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Somasi terkait kasus pembongkaran Gedung DKS dan Masjid As Sakinah kota Surabaya.

Mereka yang akan somasi walikota adalah lembaga Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS), Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Bengkel Muda Surabaya (BMS) dan perwakilan warga Surabaya.

Sebelumnya, mereka menolak pembongkaran masjid As Sakinah dan pengosongan Kantor atau Gedung DKS.

Kasus pembongkaran Masjid As Sakinah dan Pengosongan Gedung DKS menjadi sorotan utama warga Surabaya dan hari ini mereka melakukan unjuk rasa serta Somasi kepada Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya, Kamis, (7/12/17).

”Saya akan terus memperjuangkan Gedung DKS dan Masjid As Sakinah, serta semua bangunan cagar budaya yang berada di komplek balai pemuda Surabaya, dan akan kami kerahkan massa lebih banyak lagi jika tuntutan kami tidak ditindak lanjuti,” kata Henry Nurcahyo saat unjuk rasa di Balai kota Kantor Walikota Surabaya, hari ini.

Terpisah, Kuasa hukum yang mengatasnamakan KBRS, DKS dan BMS melakukan tindakan peringatan hukum, yang dinilai Pemkot telah melanggar hukum.

”Saya selaku kuasa hukum yang mewakili DKS dan KBRS akan terus menindak lanjuti arogansi Pemkot dan DPRD Surabaya, PT. Cipta Karya, hingga tuntutan kami dipenuhi oleh Pemkot. Saya akan melaporkan Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya ke Mabes Polri, dan Kejaksaan Tinggi,” kata Okky Suryatama SH.

Tak hanya itu, para kuasa hukum itu juga melayangkan surat Somasi kepada sejumlah pihak yang terlibat.

” Kita juga kirim surat Somasi yang isinya menegur secara hukum 2 instansi dibawah kewenangan kepala Pemerintahan Kota Surabaya. Instansi tersebut adalah Dinas Cipta Karya, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata,” tambahnya.

(Rls)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.