Header Ads

900 Miliar Dana Umroh Kasus PT.Solusi Balad Lumampah Belum Tahu Rimbanya


SundaPos.com | Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus penipuan travel umrah yang dilakukan PT. Solusi Balad Lumampah (SBL). Polisi mengamankan barang bukti berupa uang miliaran rupiah beserta mobil mewah dan barang lainnya.

Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan kasus ini bermula dari banyaknya laporan dari para calon jemaah yang telah membayar kepada perusahaan tersebut untuk umrah, namun tak kunjung diberangkatkan. Polisi pun kemudian menggelar penyelidikan atas laporan tersebut.

Dalam keterangganya, Kapolda Jabar IRJEN Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, saat ini pihak kepolisian membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang merasa telah dirugikan oleh PT. Solusi Balad Lumampah (SBL) tersebut.

“Kami membuka posko pengaduan untuk korban penipuan travel umrah itu. Kasus ini terungkap setelah mendapat banyak keluhan dari calon jemaah haji dan umrah yang telah membayar pendaftaran namun tak kunjung berangkat. Polisi kemudian melakukan pendalaman dan ternyata korbannya cukup banyak," ungkapnya kepada awak media ini, Rabu (31/01/2018).

Agung mengungkapkan, masing-masing calon jemaah umrah telah mengirim uang ke rekening PT SBL dengan jumlah yang bervariasi sesuai dengan paket yang diinginkan berkisar antara Rp18 juta sampai Rp23 juta.

Dari total calon jemaah haji yang sudah mendaftar kata dia, sebanyak 30.237 orang, PT SBL bisa mengumpulkan dana kurang lebih sebesar Rp900 miliar. Dana tersebut hingga saat ini belum tahu rimbanya.

Polisi telah menetapkan dua tersangka, yakni H Aom Juang Wibowo selaku direksi dan stafnya, Ery Ramdani.

Atas perbuatannya, kedua tersangka penipuan tersebut akan dijerat pidana Pasal 63 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Haji, Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana dan Pasal 2 auay 1 huruf r dan z juncto Pasal 3 juncto Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Rls)



No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.