Header Ads

Buntut Ricuh di KPU, Dakoram Sayangkan Sikap KPUD Purwakarta


SundaPos.com |  Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta Dadan Komarul Ramdan, menyayangkan sikap KPU Purwakarta yang menolak pendaftaran pasangan bakal calon bupati Purwakarta Rustandi dan wakil bupati Purwakarta Dikdik, saat mendaftar di KPU Purwakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Dakoram, sapaan populer Dadan Komarul Ramdan, siapapun bakal pasangan calon yang memiliki dukungan ganda itu pasti di tolak oleh KPU, termasuk KPUD Purwakarta akan melakukan hal itu, dan hal ini sudah pasti di atur dalam aturan PKPUD.

Tapi lanjut Dadan, penolakan itu ada waktunya dengan melihat tahapan yang telah disusun dan ditetapkan oleh PKPU Juga, dan tahapan itu ada pada SK KPU Kabupaten Purwakarta Nomor : 15/PP.03-Kpt/3214/KPU-Kab/IX/2017 Tentang Pedoman Teknis Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Bupati Wakil Bupati Purwakarta Tahun 2018.

Dalam tahapan tersebut, Dakoram memaparkan, pada Tanggal 8-10 Januari 2018 dilakukan Pendaftaran Pasangan calon dan pada tanggal yang sama yaitu 8 Januari-10 Januari 2018 penelitian syarat pencalonan untuk pasangan calon yang diajukan partai politik dan gabungan partai politik, artinya dalam jangka waktu yang sama ada dua kegiatan, pertanyaan nya kapan pemberitahuan hasil penelitiannya? apa pada jangka waktu dan tanggal itu juga, saya melihat nya saat pemberitahuan hasil penelitian persyaratan Pencalonan itu ada pada jangka waktu tanggal 17 Januari – 18 Januari 2018 Pemberitahuan hasil penelitian dan kepada yang ganda bisa memperbaiki syarata pencalonan nya pada jangka waktu 18 Januari – 20 Januari 2018 perbaikan syarat pencalonan dan atau syarat calon, disinilah kita akan mengetahui mana yang tidak memenuhi syarat pencalonan, termasuk yang dukungan ganda, jadi pemberitahuan hasil penelitian bukan pada saat dilakukan penelitian syarat pencalonan yaitu tanggal 8 – 10 Januari 2018.

“Lebih gampangnya, setelah diverifikasi administrasi, barulah KPU Purwakarta berhak menyatakan bahwa bapaslon calon A terdapat kekeliruan atau ganda dan tidak memenuhi persyaratan, setelah itu KPU Purwakarta pun mempersilahkan kepada yang  bersangkutan  untuk memperbaikinya,” ungkap Dakoram.

Lebih lanjut Dakoram menjelaskan, jika sejak dini sudah memberitahukan hasil penelitian berarti melanggar tahapan yang dibikinnya sendiri,” Saat di tanya “apa mungkin KPUD Purwakarta masuk angin kang ?”  dia hanya menjawab “kalau itu bukan kapasitas saya untuk menjawab nya,” pungkasnya.(Sumber: Red)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.