Header Ads

Dedi Mulyadi Ungkap Kunci Sukses ASN, Harus Nyambung Logika dan Hati


SundaPos.com | Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan kunci sukses manajerial birokrasi yang dikelola oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut dia, polanya sudah tidak boleh berorientasi pada administrasi tetapi harus mengedepankan logika dan hati.

Di sela Pembinaan PTT dan Honorer di Bale Maya Datar, Kamis (25/1), ia menyebut hal ini tidak sinkron dalam diri ASN. Logika dan hati bertolak belakang saat melaksanakan suatu pekerjaan.

“Titik lemahnya itu, dalam bekerja seringkali tidak sinkron antara logika dan hati. Saya perhatikan betul itu. Jadi, kebanyakan bekerja berdasarkan atas logika, hatinya kurang digunakan,” kata Dedi.

Imbasnya menurut Dedi, kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak maksimal. Bupati Purwakarta dua periode itu mencontohkan, sering ia dapati petugas kebersihan tidak mengangkut sampah dengan alasan kendaraan rusak.

“Akibatnya, pelayanan menjadi terganggu. Di Munjul, pernah saya tegur seorang ASN, mereka tidak mengangkut sampah dengan alasan kendaraan rusak dan belum dianggarkan biaya perbaikannya. Ini repot, harus ada RKA/DPA. Padahal, kan bisa sewa dulu, yang penting sampah terangkut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi pun menyerukan perubahan pola rekrutmen ASN. Menurut dia, pola rekrutmen abdi nagari itu sudah tidak boleh lagi didasarkan pada seleksi administratif, tetapi faktor keahlian dan kemampuan harus menjadi determinan utama.

Jika ini tidak dilakukan, maka menurutnya antrian PTT, Honorer dan THL akan terus bertambah. Sementara, pegawai yang sudah ada, kalah bersaing dengan pegawai baru yang datang.

“Angkat sesuai dengan keahlian. Tidak boleh pegawai yang sudah lama mengabdi, kalah dengan pegawai yang baru masuk,” tegasnya.

Ke depan, pemberian tunjangan pun harus dilakukan berdasarkan produktifitas kerja dan karya, tidak seperti hari ini yang berpatokan pada golongan.

“Kalau tunjangan berdasarkan golongan, menurut saya itu inefisiensi. Saya kira, lebih baik tunjangan itu didasarkan pada produktifitas dan dedikasi terhadap pekerjaan. Sehingga, kualitas pelayanannya kepada masyarakat terus meningkat,” tandasnya. (agus3)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.