Header Ads

Muslimah Majalengka Tolak Wabah LGBT


SundaPos.com |
Gerakan Muslimah Majalengka menyatakan menolak praktek seks bebas dan LGBT atau lesbian, gay, biseksual, transgender. Sikap ini disampai Gerakan Muslimah Majalengka Peduli Generasi di Gedung KNPI Majalengka.

Selain pernyataan sikap mereka juga melakukan aksi membubuhkan tandatangan yang rencananya akan mereka bawa ke DPRD Kab. Majalengka.

Ketua Pelaksana, Teti Muhadasah mengatakan, dari fakta yang ada, perilaku dan aktivitas LGBT dan seks bebas di kalangan remaja dan generasi muda di Majalengka sudah mulai merebak. Padahal kata Teti, perilaku tersebut adalah penyimpangan yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Ada 10 point pernyataan sikap Gerakan Muslimah Majalengka Peduli Generasi diantaranya adalah, menolak keras setiap ide, perilaku dan propaganda yang mengajak pada perbuatan LGBT dan seks bebas termasuk segala upaya melegalisasinya.

"Kita juga menyeru setiap individu muslim Majalengka untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT. serta menyeru para orang tua dan keluarga muslim Majalengka untuk mengoptimalkan perannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya," tegas Teti

Selain himbauan untuk orang tua, Gerakan Muslimah Majalengka Peduli Generasi juga menyeru para tokoh dan ormas di Majalengka agar ada kontrol sosial di masyarakat  serta melakukan amar ma'ruf nahi munkar untuk memberantas perilaku LGBT dan seks bebas.

Ketua Gerakan Muslimah Majalengka  Peduli Generasi Hj. Nur Iik Hikmah menyatakan, sepuluh pernyataan sikap hari ini juga diperkuat dengan pembubuhan tanda tangan oleh semua peserta yang hadir yang nantinya akan disampaikan pada Anggota DPRD Kab. Majalengka.

"Semoga aspirasi kami akan membawa hasil dan pemerintah daerah Kab. Majalengka akan bertindak tegas dan memberi sanksi tegas bagi pelaku LGBT maupun yang melakukan ide, perilaku dan propaganda yang mengajak pada perbuatan LGBT dan seks bebas," pungkasnya.

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.