Header Ads

Terjadi di Bandung! Pengemudi Taksi Online Rampok Penumpangnya


SundaPos.com | Pengemudi taksi online, bernama Aldy Erlangga (25), diringkus aparat kepolisian karena melakukan aksi perampokan, Rabu (17/1/2018), terhadap pengguna jasanya, seorangkaryawati Bank BRI Cabang Setiabudi, Mega Anisa (28). Pelaku yang ditangkap kurang dari 24 jam ini mengaku bahwa aksi merampoknya itu dilakukan secara spontan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan aksi kejahatan oleh tersangka ini cukup membuat resah masyarakat Kota Bandung.

"Kejahatan yang dilakukan tersangka ini membuat resah, di tengah maraknya transportasi online, tersangka menyalahgunakan dengan melakukan perampokan," jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo dan Kasat Reskrim AKBP M Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jumat (19/1/2018).

Kapolda mengatakan, bahwa aksi Aldy Erlangga ini terbilang nekat karena dilakukan saat korban naik kendaraan taksi onlinenya. "Ya langsung melakukan aksi kejahatannya, saat korban naik kendaraan taksi online," terangnya.

Aldy sendiri menggunakan aplikasi taksi online milik rekannya atas nama Helmi. "Jadi pelaku ini aplikasi onlinenya dibekukan (suspend), lalu menggunakan aplikasi milik orang lain yakni atas nama Helmi yang merupakan teman Aldy," jelasnya.

Kapolda menambahkan, bahwa pelaku ini saat berjalan menjadi supir taksi online selalu membawa borgol dan pisau. "Bayangkan supir punya borgol untuk apa, bahkan bawa juga pisau, ini pengakuannya untuk jaga-jaga," terangnya.

Aldy sendiri ditangkap tim Satreskrim Polrestabe Bandung, Jumat pagi di kediamannya kawasan Jalan Babakan Cilandak, Sukasari, Kota Bandung. "Pelaku ditangkap saat tidur dikediamannya, dan tidak melakukan perlawanan," jelasnya.

Dari tangan Aldy Erlangga, disita barang bukti satu unit kendaraan Toyota Avanza hitam tahun 2012, dengan plat nomor F 1646 AM.

"Ada kendaraan, HP pelaku serta barang bukti hasil perampokan berupa laptop, HP Iphone, tas, serta ATM  dan kartu kredit milik korban Mega Anisa," jelasnya.

Pelaku sendiri, dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian kekerasan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dalam ekspose kasus perampokan oleh supir taksi online, dihadirkan juga korban Mega Anis beserta keluarganya.

(Dok Humas Polda Jabar)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.