Header Ads

Batal Pulang, Pecinta Imam Besar FPI Gaungkan Taggar #KamiBersamaHRS


SundaPos.Com| Pecinta Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, pagi tadi sempat memenuhi Bandara Soekarno Hatta. Mereka hadir di Bandara guna menjemput Habieb yang dikabarkan akan pulang dari Saudi.

Namun hingga pukul 9 pagi tadi, sesuai jadwal, HRS tidak pulang. Menurut Ketua penyambutan kepulangan HRS, Ustadz  Damai Hari Lubis tertundanya kepulangan HRS dikarenakan hasil istikharah yang tak mengizinkannya beliau untuk pulang saat ini.

Bahkan HRS sempat memberikan pernyataan via telp, yang kemudian diumumkan disebuah Masjid kawasan Cengkareng. Memang, sejak semalam Masjid itu dijadikan Posko penjemputan HRS.

Terkait batalnya HRS pulang ke tanah air, berikut bunyi pesan WA yang diterima redaksi:

"Beliau blm dpt ptunjuk ALLAH MELALUI ISTIQARAH yg beliau ulang sebanyak 3 kali dan dinyatakan  bliau kpd kami panitia  andai kembali  paksakan  pulang , maka dikhawatirkan akan terjadi banyak tumpah darah yg beliau sll hindarkan selama ini.  Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemberi Petunjuk. beliau mhn maaf khusus maupun scr umum yaitu ummat islam yg mngharapkannya kembali k tanah air. Dan salam kpd para ulama ,tokoh masy serta aktifis yg sll mendoakannya dan mengharapkannya kembali ke NKRI yg tercinta. Dan mhn ummat mnjaga persaudaraan serta mnjaga para ulama didaerahnya masing2 dari gangguan dan pembunuhan orang gila. Smg dalang kejahatan semua ini, akan dibuka oleh Allah SWT. DAN BELIAU MENUTUP DENGAN DOA. AAMIN YA HABIBALLAH"

Meski batal pulang, para Pecinta Imam Besar FPI tetap menggaungkan Taggar #KamiBersamaHRS. Taggar ini bahkan sempat menjadi trending di medsos Twitter, hari ini.

Jurnalis : M Ichsan


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.