Header Ads

Bekasi Jaman Now, Budayawan Betawi: Pemerintah Harus Lestarikan Kearifan Lokal


SundaPos.Com | Hari ini ada event mengangkat  acara “Bekasi Jaman Now” yang diselenggarakan bertempat di kawasan Jalan Boulevard Ahmad Yani, Bekasi, yang diisi dengan pemecahan Rekor MURI kategori pembuatan dodol sepanjang 4000 meter serta dimeriahkan dengan panggung hiburan, menuai tanggapan serius dari beberapa tokoh budaya asli Betawi yang tinggal di Bekasi, Minggu (11/2)

Menurut penuturan tokoh budayawan betawi David Dharmawan, " Dewasa ini, generasi millennials menjadi topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat, Baik dalam kontek pendidikan, teknologi, moral, serta budaya ".

Generasi Millennials itu diartikan dengan generasi Y, dimana sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada era tahun 1980 – 2000 an " .

Maka ini berarti millenials adalah generasi muda yang berumur antara 17- 37 pada tahun ini. Millennials ini menjadi spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya Apalagi hal yang berkaitan dengan teknologi.

Dan generasi millennials memiliki ciri khas tersendiri yaitu, mereka lahir pada saat TV berwarna, handphone juga internet sudah diperkenalkan, dan generasi ini sangat mahir dalam teknologi.

Di Indonesia sendiri dari jumlah 255 juta penduduk yang telah tercatat, terdapat 81 juta merupakan generasi millenials atau berusia 17- 37 tahun.

Jika kita melihat ke dunia sosial media, generasi millennials sangat mendominasi dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi millenials belum banyak yang sadar akan kesempatan dan peluang di depan mereka.

Generasi millennials ini cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka, dunia politik perkembangan ekonomi, lebih dominan peduli membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme serta Indivudualis.

Memiliki visi tidak realistis dan terlalu idealistis, ” Yang Penting Bisa Gaya ”.

“Jika tidak di terima dengan konsep kalimat-kalimat diatas Solusinya anda bisa kamu lakukan, jika ingin menjadi generasi millenials yang bermanfaat.

Ditambahkan David, “Jadi saya hanya menyampaikan rasa prihatin saya, sudah waktunya yang namanya pemerintahan itu dari ‘Smart City To Wiser City’. Kearifan lokal harus diangkat,” terangnya.

Berfikiran kritis terbukalah dengan apa yang ada disekeliling kita, mulai dari masalah politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya.

“Jangan telan mentah-mentah informasi yang kamu dapatkan. Cobalah untuk berfikir kritis dan pikirkan apa yang bisa kamu kontribusikan untuk memecahkan masalah di sekitarmu.

Gunakan media sosial secara bijak karena media sosial bisa menjadi pedang bermata dua, terserah bagaimana kamu menggunakannya. Maka gunakanlah dengan bijak, hindari penyebaran informasi tanpa fakta. Peduli sosial lingkungan bukan egois bantu orang lain.

“Buat Visi yang realistis tentukan visi yang ingin anda capai, harus SMART," imbuhnya.

Indonesia butuh sosok generasi muda yang memiliki visi yang jelas dengan eksekusi yang nyata. Bangun Ide setelah kamu memiliki visi yang SMART. Terakhir, Buatlah ide yang dapat membantu anda mencapai visi anda tadi.

Diskusikan ide dengan orang-orang di sekitar kamu. Ingatlah ide itu murah tapi mahal di eksekusinya. Buat Startup
Soalnya banyak dari generasi millenials yang memiliki pendidikan tinggi tetapi masih pengangguran. Bekasi itu harus Inklusif, bukan ekslusif, bukan hedonisme, bukan konsumerisme.

Kita selalu mencerminkan budaya betawi aslinya. jadi saya hanya menyampaikan rasa prihatinnya. Acara rakyat yang membawa unsur lokal dari kita untuk kita.

Kami sangat mengharapkan adanya koordinasi yang lebih lagi, kami akan bantu, kami akan dukung pemerintah, kami sangat peduli dengan kebudayaan kami sendiri.

Kebahagian itu sederhana, spektakuler itu sederhana, kita tidak menghormati yang mewah, tapi yang kita butuhkan adalah kesederhanaan.

Kami juga paham, kadang kadang ada orang orang marketing atau orang event, yang tidak paham, istilahnya yang memiliki ilmu rendahan. apa itu ilmu rendahan, jadi orang orang yang menjelek jelekkan suatu kota. itu buat apa, kalau mau berdebat mengenai Bekasi, ayo kita berdebat dengan benar. saya meminta pihak marketing, atau media sosial untuk merendahkan suatu kota, khususnya Bekasi. Kita semua sodara, Bekasi itu lah yang mempertahankan kemerdekaan ibukota.

Acara ini sponsori oleh BRI, dengan pemateri dihadiri oleh Mulya Dharma Kartawijaya, Siman Pratama (Silaturahmi Bekasi Raya), Brader Ajja Sulana,  Tritipan Jatiasih, Agus Bruto, dari Bekasi Timur, serta lurah tokoh budaya Gabas, Chevi Macho, dan sejumlah Tokoh Budaya. 

Jurnalis : M Ichsan 



No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.