Header Ads

Hari Terakhir Memimpin Purwakarta, Dedi Mulyadi Masih Sempat Urus Rutilahu


SundaPos.Com| Dedi Mulyadi segera meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Purwakarta. Besok, Senin (12/2), dia akan ditetapkan oleh KPU Jawa Barat sebagai calon wakil gubernur, pendamping calon gubernur Deddy Mizwar.

Bupati Purwakarta dua periode tersebut tampak tidak memiliki persiapan khusus menjelang agenda politik penting itu. Terbukti, hari ini, Minggu (11/2), Dedi masih sempat mengurus sebuah rumah tidak layak huni.

Rumah beralamat di Desa Kertajaya RT 19/07 itu merupakan milik Mita (54). Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah berdinding bilik bambu berukuran 3x5 meter.

Sang istri, Euis Anisah (50) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Seperti Mita, anak tertuanya, Ade Solihin (25) juga bekerja serabutan. Sementara Nanda (19), sehari-hari membantu pekerjaan rumah ibunya. Hanimah (15) masih belajar di kelas VIII SMP dan Rehan (5) masih dalam asuhan kedua orang tuanya.

Mita sendiri tidak menyangka pagi ini akan mendatangkan berkah baginya, rumahnya didatangi oleh Dedi Mulyadi dan diberikan bantuan renovasi agar bisa layak huni.

"Gak nyangka mau ada Pak Dedi ke rumah. Tadi ngobrol-ngobrol tentang kondisi rumah dan keluarga. Alhamdulillah, kami dibantu. Saya mohon maaf sekali sudah merepotkan," katanya.

Diberi Pekerjaan

Bukan hanya bantuan pembangunan rumah, Mita juga mendapatkan bantuan pekerjaan dari Dedi. Mulai besok, ia akan bekerja sebagai pengurus kolam milik Dedi Mulyadi di Cipulus, Wanayasa.

"Iya, mulai besok kerja di rumah saya di Wanayasa," kata Dedi.

Ucapan syukur dan terima kasih tak henti keluar dari mulut Mita. Sebentar lagi, dia akan memiliki rumah dan pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya.

"Alhamdulillah, nuhun pisan ka Kang Dedi. Syukur, Alhamdulillah," katanya. (Agus3)

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.