Header Ads

Kejati Jabar Bantah Petieskan Kasus Korupsi Sejarah Purbakala


SundaPos.Com | Kejaksaan Tinggi Jawa Barat akan terus mengusut kasus korupsi pengadaan buku cetak bidang sejarah purbakala tahun anggaran 2015 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung.

Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Raymond Ali kepada awak media, hari ini.

Tak hanya itu, dia juga menegaskan pihaknya tak akan menghentikan kasus yang menyeret Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, berinitial DS sebagai tersangka.

Raymond Ali membantah info miring terkait sejumlah kasus yang ditangani Kejati Jabar akan dipetieskan. Anggapan itu adalah tidak benar, bahkan sebaliknya kasus terus dituntaskan, termasuk kasus pengadaan buku ini.

Hanya saja, kata Raymond Ali, dalam penanganannya butuh proses untuk pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti bukti yang nantinya akan dihadapkan ke persidangan.

“Tidak ada penghentian kasus, kata siapa. Kita terus lanjut dan sekarang sedang ditangani pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,“ katanya kepada wartawan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Raymond menjelaskan selama proses penyidikan kasus ini, Kejati Jawa Barat telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar lebih kurang Rp 1,35 miliar yang telah disita dari beberapa pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

"Di antaranya dari Mzm disita uang sebesar Rp 70 juta, IS sebesar Rp 120 juta, dari S sebesar Rp 6.960.000, ES sebesar Rp 7 juta dan HW disita uang sebesar Rp 1 miliar," katanya.

Seperti diketahui, DS diduga telah melakukan penggelembungan atau mark up dana dalam pengadaan buku sejarah purbakala. DS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No: Print-60/O.2.1/Fd.1/01/2018 tanggal 31 Januari 2018.

Dalam pengadaan buku tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 978.850.000 namun selaku Kabid Sejarah dan Purbakala, DS mengajukan perubahan anggaran dengan realisasi sebesar Rp 10,34 miliar yang akan dialokasikan untuk 9 kegiatan bidang sejarah dan kepurbakalaan.

Raymond melanjutkan, dari total anggaran Rp 10,34 miliar tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,56 miliar untuk belanja cetak dan pengadaan buku sebanyak 61.716 buku dengan 18 judul buku.

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.