Header Ads

Warga Tuding Perusahaan Tambang Batu PT. MSS Penyebab Longsor di Plered


SundaPos.Com | Bencana longsor terjadi di Gunung Miyun, tepatnya di Kampung Babakan RT 14/RW 04, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Kamis (8/3/2018), pukul 17.30. WIB . Diduga, peristiwa itu terjadi akibat kurang diperhatikannya keselamatan lingkungan oleh perusahaan tambang batu yang beroperasi di kawasan itu.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja longsor yang terjadi sekitar pkemarin itu mengakibatkan akses penghubung antar kampung terputus serta sejumlah fasilitas milik warga dan hektaran sawah milik petani sekitar ikut tergerus longsor.

“Terjadinya Kemarin sore saat hujan saya dengar suara gemuruh dari atas gunung lalu bersama warga lain menyelamatkan diri,” kata warga Kampung Babakan, Ujang (30), Jumat (9/3/2018).

Ujang menuding longsor terjadi akibat pihak perusahaan tambang batu PT.Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) ceroboh dalam membuang material limbah di atas gunung. Sehingga, saat musim hujan batu bercampur lumpur turun ke pemukiman penduduk.

“Peristiwa longsor ini sudah dua kali terjadi namun ini yang paling parah,” katanya.

Kepala Desa Pamoyanan, Cecep Supriadi, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak kecamatan dan dinas terkait.

“Yang pertama kita lakukan adalah memastikan tidak ada korban jiwa. Kedua, kita dibantu warga membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor,” katanya.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga sudah berkordinasi dengan pihak perusahaan tambang batu bersangkutan guna menanggulangi bencana lonsor tersebut.

Dihubungi terpisah, Iip zaini, salah satu petugas lapangan perusahaan PT.Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) mengatakan, pihak perusahaan telah berupaya menanggulangi bencana tersebut.

“Kita sudah menurunkan alat berat untuk membantu evakuasi longsor,” ujarnya.

Disinggung soal adanya lahan petani dan pemukiman penduduk yang tergerus longsor, pihaknya berjanji akan mengganti kerugian warga.

“Pasti kita ganti rugi. Sekarang sedang mendata yang terkena dampaknya,” ujarnya. (GIN/JN)



No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.