Header Ads

Satpol PP Bandung Gagalkan Pengiriman 228 Jerigen Miras Jenis Tuak


SundaPos.Com | Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung berhasil menggagalkan pengiriman 228 jerigen tuak, Jumat (4/5/2018). Selain itu, petugas juga menyita 51 botol berisi ginseng oplosan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Yogie Usman menegaskan, anggotanya  menggagalkan peredaran ratusan jerigen tuak yang berisi 8.840 liter tuak itu di tiga titik di Kabupaten Bandung.

"Pada penyergapan terakhir di Ciwidey pada Jumat pagi pukul 04.30 WIB itu, di atas mobil tersebut berisi 85 jerigen tuak yang dikirim dari Cidaun Cianjur tujuan Majalaya, Cicalengka, dan daerah lainnya. Tetapi pengiriman tuak itu bukan hanya untuk dikirim ke Kabupaten Bandung, dan ada yang dikirim ke daerah lain," kata Yogie seperti dikutip dari  galamedianews.com di Mako Satpol PP Kabupaten Bandung di Soreang, Jumat petang.

Sebelumnya, imbuh Yogie, Satpol PP menggagalkan pengiriman 45 jerigen tuak pada 17 April. Kemudian 98 jerigen tuak pada 28 April.
"Dalam tiga kali melakukan operasi tuak yang dilancarkan Satpol PP, kita mendapatkan 228 jerigen (8.840 liter)," katanya.

Yogie memperkirakan, 8.840 liter tuak yang berhasil digagalkan itu, sama dengan menyelamatkan generasi muda untuk tidak mengkonsumsi tuak sebanyak 44.200 orang.

"Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, satu liter tuak itu bisa dikonsumsi 5 orang. Makanya kita menghitung, 8.840 liter bisa dikonsumsi 44.200 orang," kata Yogie.

Yogie menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Minuman, tuak mengandung 6,8 persen alkohol dan kandungannya melebihi bir yang hanya 5 persen kadar alkoholnya. Sedangkan ciu (tuak disuling) mengandung kadar alkohol 10,2 persen. (Rls)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.