Header Ads

Sidang Perdana Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Terhadap PT Bandung Pakar Digelar PN Bale Bandung


SundaPos.Com | Sidang perdana gugatan Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatige daad) terhadap PT Bandung Pakar hari ini (30/5) secara resmi diajukan 1.H Aceng Satya Darmawan, 2.HAJI Ayub dan 3.Satria Almubaroq Abdinagara digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kuasa Hukum Penggugat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH mengatakan bahwa dasar perkara hingga diajukannya gugatan tersebut adalah Tergugat tersebut telah melanggar Perbuatan pidana Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP berdasarkan laporan polisi oleh Tergugat ternyata terus berjalan dan tidak pernah dicabut oleh Tergugat walaupun telah ada Kesepakatan Bersama Nomor 62 tertanggal 29 Juli 2011 oleh Notaris Ineke Srihartati S.H.

Perkara perdata perbuatan melawan hukum yang berakibat kerugian kepada Penggugat, sebut Tonin, adalah Purnawan Suriadi dalam jabatan selaku Direktur Utama PT. Bandung Pakar beralamat Jl. Dago Pakar Permai II No. 62, RT 02/RW 07 Kabupaten Bandung.

Selain masalah tersebut, penggugat menyebutkan telah terjadi manipulasi tentang Tergugat pada Kesepakatan Bersama Nomor 62 tertanggal 29 Juli 2011 oleh Notaris Ineke Srihartati S.H terjadi sebagaimana disebutkan “Bahwa PIHAK PERTAMA adalah pemilik kawasan Resor Dago Pakar yang terletak di Desa Mekarsaluyu, Desa Ciburial, Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dimana saat ini PIHAK PERTAMA sedang melakukan membangun Hotel Pullman Bandung milik Pihak Pertama berikut dengan segala fasilitas-fasilitas penunjang dan perlengkapannya”.

"Bunyi ini menjadi bertentangan dengan penjelasan lain tentang PT. Bandung Pakar yang diwakilinya sebagai Direktur Utama sehingga apa-apa yang disebutkan dalam Kesepakatan merupakan kepentingan pribadi atau kepentingan Badan Usaha," jelas Tonin.

Sangat jelas mengenai keadaan dan apa-apa yang menjadi kewajiban atau perikatan Tergugat dan ternyata sebagaimana disebutkannya, “PIHAK PERTAMA berjanji dan mengikat diri untuk “ pada pasal 1 Kesepakatan ada 6 (butir) dan ternyata tidak dijalankan dan tidak selesai.

Dalam tuntutannya, penggugat menyatakan dalam membuat hukum perikatan sudah sepatutnya dalam keadaan sempurna dan apa-apa yang dijanjikan merupakan yang dapat dijalankan, dengan tidak dijalankannya perjanjian tersebut, maka dapat dinyatakan wanperstasi dan oleh karena tidak ada klausal tentang wanprestas terhadap Tergugat, maka perbuatan tidak menjalankan atau memenuhinya harus dinyatakan perbuatan melawan hukum.

"Karena sejak dibuat perjanjian tersebut telah ada niat jahat hanya sekedar memberikan iming-iming sejenak dengan demikian janji Tergugat akan memunculkan akibat hukum bukan sekedar kewajiban sosial dalam kemasyarakatan," imbuhnya.

Alasan lain dalam gugatan ini, Tergugat telah melaporkan H. Aceng Satia Darmawan, S.Pd BIN H.Abdurochman, Usank Satria Abdinagara Bin 
 H. Ayab dan Edi Sobandi Bin Ateng, selanjutnya dihubungkan dengan Kesepakatan, maka Penggugat I tidak dilaporkan ke Kepolisian dan Edi Sobandi Bin Ateng tidak termasuk sebagai Pihak dalam Kesepakatan tersebut dengan demikian kesepakatan tersebut tidak bermakna sehingga tidak diterima oleh Kepolisian untuk menghentikan laporan Tergugat.

Menurut Advocat Tonin, untuk terbentuknya perjanjian diperlukan pula unsur bahwa akibat hukum tersebut adalah untuk kepentingan pihak yang satu atas beban pihak yang lain atau bersifat timbal balik dan akibat hukum perjanjian hanya mengikat para pihak dan tidak dapat mengikat pihak ketiga, lagi pula tidak dapat membawa kerugian.

"Ini merupakan asas umum dari hukum kontrak dan juga termuat di dalam ketentuan Pasal 1315 KUHPerdata jo. Pasal 1340 KUHPerdata yang menetapkan bahwa suatu perjanjian hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya," ujarnya.

Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini dipimpin oleh Yose Ana Rosalinda, S.H., M.H sebagai Hakim Ketua, Wiyono, S.H dan Ojo Sumarna, S.H., M.H sebagai Hakim Anggota. Sidang yang sedianya dijadwalkan pukul 09.30 WIB, molor 4 jam 15 menit dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak. Sayangnya, pihak tergugat tak hadir dalam sidang perdana ini.

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, 27 Juni 2018, dan memanggil secara resmi Tergugat untuk hadir pada sidang lanjutan.

(R-007)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.