Header Ads

Mendadak PT Bandung Pakar Tinjau Lokasi Selokan Terdampak Limbah


SundaPos.Com | Secara mendadak hari ini, Senin (25/6) PT Bandung Pakar melalui Karjono Bagian Umum PT Bandung Pakar melaksanakan semacam survey lokasi yang diduga terdampak atas pencemaran yang terjadi di Kawasan Bandung Utara.(KBU)

Tidak ada keterangan resmi dari yang bersangkutan atas kunjungan PT Bandung Pakar ke lokasi tersebut. Namun aksi kunjungan ini sempat terekam kamera warga dan melaporkan kepada awak media.

Seperti diketahui, sebelumnya pada Jum'at (22/6) lalu, kurang lebih ratusan warga Kecamatan Cimenyan, menggruduk lahan proyek PT Bandung Pakar.

Tak hanya itu, bersama Tim petugas DLH Propinsi Jawa Barat yang tengah melakukan verifikasi pengaduan warga atas dugaan pencemaran air kali dan perusakan alam di Kawasan Bandung Utara (KBU) warga juga menyampaikan protes ke pihak pengelolla PT Bandung Pakar yang diduga lalai.

Dihadapan petugas pengawas Lingkungan Hidup DLH Propinsi Jawa Barat yang dipimpin Risda Susanti, warga memaparkan kronologis terjadinya dugaan pencemaran air kali yang diakibatkan oleh limbah dari sebuah hotel dan bangunan lainnya di KBU.

"Sejak ada bangunan hotel itu yang diduga membuang limbah di selokan (kali), kami warga RW 23 Ligar Jaya Dalam, Kelurahan Cibeunying banyak yang  mengalami penyakit gatal-gatal. Beberapa warga bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit, termasuk ada juga yang kena DB," jelas Endang Rahmat.

Menurut penuturan warga kepada petugas DLH Provinsi Jawa Barat, beberapa warga juga sering mengalami muntah-muntah dan lemas secara mendadak.

Warga pun kemudian menyodorkan hasil Lab dari Rumah Sakit Santo Yusuf untuk membuktikan adanya penyakit tidak wajar yang dialami warga kepada petugas DLH Propinsi Jawa Barat itu.

Guna membuktikan adanya kerusakan alam di Bandung Pakar dan KBU, warga dan petugas sepakat on the spot ke beberapa lokasi yang diduga sebagai sumber masalah.

Petugas DLH yang meninjau  langsung sumber pencemaran kali atau selokan yang berada di RW 23 Ligar Jaya Dalam, petugas DLH menemukan fakta di lapangan memang ada limbah air yang berwarna kuning dan berbau sangat menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat mengatakan akan merespon cepat tentang dugaan pengrusakan dan pencemaran kali serta sumber mata air yang selama ini dikonsumsi warga Ligar Jaya Dalam, sesuai surat pengaduan beregistrasi 010/A.06/2018 yang dilayangkan oleh Ormas Paska MEsima dan warga setempat.

"Kami akan melakukan tindakan dan langkah prosedural atas laporan dan pengaduan warga ini. Masalah pencemaran ini tentu hal serius yang harus segera disikapi. Terlebih sudah ada korban yang alami sakit," jelas Risda Susanti, usai peninjauan ke lokasi jum'at lalu.

Jurnalis : Nanang TSM
Editor : Niki Putune Sinten



No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.