Header Ads

Puluhan Tahun Dizolimi, Dahlan: Batas Kesabaran Saya ke PT Bandung Pakar Sudah Habis


SundaPos.Com | Tokoh masyarakat Desa Mekarsaluyu, Kabupaten Bandung Dahlan Singarimbun mengaku saat ini agak tenang dalam menghadapi proses perkara antara pihaknya dengan PT Bandung Pakar di PN Bale Bandung.

Pasalnya, dia mengaku telah menemukan 3 modal utama dalam melakukan perlawanan kepada PT Bandung Pakar.

"Yang pertama, modal saya adalah keluarga. Dukungan keluarga itu luar biasa. Lalu, dukungan dari sahabat dan kawan-kawan. Sampai sekarang kawan-kawan tambah solid dan kompak. Mereka semua luar biasa," kata Dahlan saat ditemui dikediamannya Jln Babakan Cikutra 2, Kawasan Bandung Utara (KBU).

Sedangkan modal ketiga, lanjut Dahlan, sekarang saya memiliki saudara dan juga pengacara profesional handal. Tegas dan anti sogok, jadi sekarang makin yakin. Tidak seperti pengacara yang dulu, keburu masuk angin.

Belum lama ini, Dia merasa geram dengan arogansi PT Bandung Pakar yang telah menutup akses jalan masuk menuju rumahnya. Perilaku Bandung Pakar itu, kata Dahlan, sudah puluhan tahun dialaminya bersama warga.

"Padahal saya tingggal disini sudah 32 tahun. Artinya, lebih dulu saya di banding Bos PT Bandung Pakar Purnawan Suriadi itu. Sebagai pendatang baru seharusnya dia kan memberitahu kalau ada rencana membangun atau menutup jalan itu. Nah ini tidak, jangankan lapor RT/RW, memberi tahu ke warga saja tidak. Tahu-tahu main bangun, tahu-tahu main tutup," keluh Dahlan.

Hal semacam itu sudah dialami Dahlan bertahun-tahun. Terakhir, aliran air pun di putus.

"Dulu saya suka marah meledak-ledak. Semakin diikuti, semakin gila. Karena, Cara-cara jahat dan teror Bandung Pakar itu berbagai macam cara. Ada saja itu. Tidak saja tekanan psikologis, tapi sudah horor," tegas Dahlan seraya menghisap cerutu kesukaannya.

Sejalan dengan usia yang kian menua, maka Dahlan mungkin masih bisa marah, tapi tidak sekeras seperti dulu. Artinya, masih bisa terkontrol. Meski terkadang anak perempuannya yang selalu mengingatkannya. Seperti terlihat saat dia bersama warga dan Dinas Lingkungan Hidup mensurvey lokasi pembangunan proyek Bandung Pakar, minggu lalu.

"Mungkin faktor usia juga pak. Sekarang perjuangan kita ini harus dilawan pakai strategi, menggunakan otak kiri dan kanan, agar tidak terbawa emosi. Kalau saya emosi terus, mungkin itu juga yang mereka harapkan. Ditekan terus, diteror terus. Seperti film horor ga ada henti," pungkasnya.

Apalagi, sekarang ini saya merasa bersyukur, imbuh Dahlan, banyak kawan dan sahabat yang mendukung perjuangan ini. Ibarat orang berperang, amunisi perlengkapan saya sekarang ini cukup lengkap.

Kemarin, Dahlan tampak hadir di PN Bale Bandung guna mengikuti sidang kedua gugatan terhadap PT Bandung Pakar. Usai mengikuti sidang, Dahlan mengatakan yakin akan memenangkan perkara ini. Meski perkaranya saat ini tengah memasuki tahap mediasi dengan pihak tergugat.

"Tapi saya tidak berhenti, saya akan gempur terus. Puluhan tahun dizolimi, batas kesabaran saya (ke Bandung Pakar) sudah habis, harga diri saya tidak bisa di beli," ucapnya lantang. (R-007)




No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.