Header Ads

Kasus PT Bandung Pakar, Tonin ke Warga Cimenyan: Kalau Masih Ada Hakmu, Ambil! Kasihan pada Nenek Moyangmu


SundaPos.Com | Pengacara kondang Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH, MH selaku kuasa hukum warga Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang saat ini tengah berpekara melawan PT Bandung Pakar menyatakan optimis dapat menuntaskan sejumlah perkara yang tengah ditanganinya itu.

Menurut pengacara dari ANDITA’S LAW FIRM Jakarta itu, bahwa negara membuat yang namanya undang-undang guna melindungi rakyat dari ketidak-adilan atas perlakuan yang sama dihadapan hukum, seperti halnya terkait sengketa antara warga Cimenyan dengan PT Bandung Pakar yang saat ini berlangsung proses gugatannya di PN bale Bandung.

Sejumlah temuan seperti menyangkut sertifikat pengembang yang tidak diberikan kepada pembeli, adalah satu sekian contoh kasus yang kini bergulir dalam persidangan.

"Saya sudah mendapat dan sudah ada permintaan dari masyarakat yang punya hak, apa artinya sudah jatuh tempo, sehingga di pengadilan saya tinggal membuktikan saja bahwa PT Bandung Pakar seharusnya memberikan A, B, C, D dan tidak terjadi," beber Tonin mengawali perbincangan dengan awak media, hari ini.

Berikut wawancara ekslusif awak media dengan Tonin:

Benarkah ada rencana untuk mempailitkan PT Bandung Pakar?

Begini, sebenarnya tinggal mengajukan ke pengadilan, berdasarkan undang-undang hakim itu khan hanya wasit saja, sebaik saya memberikan fakta dan mudah dicerna sudah pailit. Tapi saya tidak akan mempailit, karena jika mempailit maka dia bisa menggunakan upaya hukum untuk kasasi, untuk PK (Peninjauan Kembali), untuk menunda.

Saya akan mengajukan PKPU. PKPU itu saya bilang, eh PT Bandung Pakar kami beri kesempatan kau untuk membayar sekian,

Kalau pailitkan  dia bisa minta tunda, dia mau nyicil, dia mau menyelesaikan kewajibannyanya, sekian tahun dia bisa menyelesaikan kewajibannya, dia ya bisa normal kembali, tapi kalau PKPU dia tidak sepakat terhadap ada permintaan kita tak di penuhi oleh dia, maka dia langsung pailit.. habis.

Maka kami akan mem-PKPU agar ujungnya pailit, nah karena itu jangan sampai. Sebab kalau hal itu saya ajukan dalam hitungan 1 sampai 10 kali, saya hantam terus, pasti gol.

Yakin begitu Pak?

Karena terbukti satu rupiah pun, satu surat pun ada hak orang akan kami ajukan. Sebab itu kami menunggu, tapi kalau sampai minggu depan, kalau tak ada perkembangan kita akan ajukan pailit. Sehingga kalau dia pailit berarti Direksi, semua out, nanti ada pengurus itulah kurator.

Kenapa harus mengambil langkah PKPU?

"Jadi ada kewajiban dia (PT Bandung Pakar) yang tidak dijalankan, saya sudah mendalami PT Bandung Pakar ini sudah cukup dalam. Sejak dua bulan Paska Mesima masuk kesana, sudah banyak di saya, tapi saya masih punya nurani -- saya tunggu niatnya bagaimana, kalau tak ada niat ya kita faith bener," ujarnya.

Terus selama ini sudah ada niat apa tidak?

" Ya bergulir waktu saja, gugatan sudah siap surat kuasa sudah ditangan, dan paling lama 10 hari sejak saya daftarkan harus sudah putus. Nah, pengadilan niaga Jawa Barat itu adanya di Jakarta PUsat. Ini bukan apa apa, kalau tak percaya kita lihat saja," pungkasnya.

Tonin memberikan ilustrasi beberapa perusahaan yang juga mengalami nasib yang sama di PKPU dan di pailitkan contoh seperti Nyonya Menner dan perusahaan di Jawa Barat yang tidak membayar gaji karyawan adalah contoh lainnya.

Bisa disebutkan secara kongkret kewajiban PT bandung Pakar kepada warga itu apa saja?

Ya, sudah pasti ada kewajiban itu pasti uang, janji mau mengerjakan orang ga dikerjakan. Dulu waktu mereka beli tanah apa katanya? Kubeli ya, nanti kau kerja disini, namun apa kenyataannya? Ada yang punya perjanjian (dengan warga,red).

Tanah orang yang dikuntil dia belum dibayar ada.

Optimis perkara ini bisa berjalan fair?

Sampai hari ini, pengadilan masih tetap mengendalikan. Artinya, hukum masih di depan. Kalian lihat tadi dalam persingan kan, hakim berusaha netral dan kami tadi sidang hakim seperti wasit. Ga ada ketua pengadilan seperti itu bijaksananya, biasanya kalau tidak bijak sini, ya bijak sono. Beliau di tengah.

Tapi PT Bandung Pakar perusahaan besar pak, biasanya..?

Perusahaan kecil, masih kecil. Yang bilang perusahaan besar siapa? Orang adanya di kabupaten, sudah itu di gunung lagi -- jauh disana. Dulu Jin saja ga mau hidup disana.

Apakah ada kemungkinan akan melibatkan KPK atau KHY terkait perkara ini?

KPK kami sudah laporkan, kalau KHY itu ke wewenang hakim.Itu sudah kami lakukan. Terbukti laporan ke Presiden juga sudah ada tindak lanjut.

Ini ada orang mati masa masih bisa jualan, aneh.

Diakhir wawancaranya, Tonin menghimbau kepada warga Cimenyan, khususnya yang terdampak kasus ini agar bersatu.

"Warga bersatulah, kalau ada masih ada hakmu, Ambil. Kasihan pada nenek moyangmu, dari dulu mempersiapkan rumah untukmu. Kenapa kau lepas begitu saja, sekedar uang kecil dan uang receh. Hidup ini kalau tidak neraka ya surga. Nah kan kasihan tuch leluhur dan nenek moyangmu. Makanya, perjuangkanlah tanah itu," tegas Tonin. **(R-007)





No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.