Header Ads

Ratu Elizabeth II Inggris Tolak Jalani Operasi Lutut


SundaPos.Com | Ratu Elizabeth II dari Inggris menolak untuk menjalani operasi lutut karena dia tidak ingin melewatkan berbagai acara kerajaan. Perempuan berusia 92 tahun itu diketahui menderita sakit yang memburuk dan kesulitan berdiri setelah duduk.

Seperti dilansir dari The Sun, Minggu (1/7/2018), seorang sumber menyebutkan sang ratu enggan operasi karena waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan.

"Dia sedang berbicara dengan teman-temannya di Chelsea Flower Show dan mengatakan lututnya sedang sakit," katanya.

"Tapi dia enggan menjalani operasi karena waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan. Dia sangat berani," ujar sumber itu.

"Orang-orang dari generasinya dan Philip (suami Ratu Elizabeth II) menghadapi masalah itu. Yang Mulia hanya tidak suka menimbulkan keributan," ucapnya.

Sementara Daily Mail melaporkan, Ratu Elizabeth II berhasil menjalani operasi katarak pada Mei 2018 dan baru terungkap pada bulan lalu. Dia memang terlihat mengenakan kacamata hitam di banyak acara, termasuk ketika menyaksikan Epsom Derby dan menghadiri beberapa pesta kebun di Istana Buckingham.

Operasi mata itu diyakini berlangsung pada 4 Mei 2018. Meski ratu tidak mengenakan kacamata hitam di pesta pernikahan Pangeran Harry-Meghan Markle, namun dia terlihat mengenakan baju nuansa gelap pada pagi berikutnya.

Ratu Elizabeth II dikenal sebagai perempuan yang memiliki kesehatan baik. Sementara, Pangeran Philip (97) memilih pensiun dari tugas-tugas kerajaan.

Ibu dari Pangeran Charles ini dijadwalkan hadir pada 200 acara kerajaan sepanjang tahun ini. Dalam 10 hari, dia tampil di publik selama 9 kali. Kemudian, setelah hadir di upacara di Katedral St Paul pada Kamis lalu, ratu mengalami sakit flu dan belum muncul lagi hingga kini. Ratu Elizabeth II pernah di rawat di rumah sakit pada 2013 karena mengalami infeksi lambung dan usus sehingga melewatkan acara di Swansea.

Sumber: kompas. com/Daily Mail

No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.