Header Ads

Tak Terima Dijadikan Status Tersangka, Dahlan Praperadilan Kapolda Jabar


SundaPos.Com | Dahlan Singarimbun, tokoh masyarakat Cimenyan tak terima disidik dengan status Tersangka in casu. Oleh karenanya, didampingi Kuasa Hukum dari ANDITA’S LAW FIRM Jakarta, hari ini resmi mengajukan permohonan Praperadilan di Pengadilan Negeri Kls 1A Khusus Bandung, Jawa Barat.

Warga Kampung Cikutra II, Dago Pakar, RT 03/RW 07, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung itu resmi melakukan perlawanan guna memperoleh keadilan.

Adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia c/q Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat c/q Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat berkedudukan Jalan Soekarno-Hatta Nomor 748, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang disebut Dahlan sebagai TERMOHON PRAPERADILAN.

Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH kuasa hukum Dahlan menyebutkan bahwa Praperadilan diajukan oleh Pemohon Praperadilan sebagai akibat telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Termohon Praperadilan yang secara patut baru diketahui oleh Pemohon Praperadilan berdasarkan surat panggilan Wakil Direktur Reskrimum AKBP Martri Sonny S.IK. MH. dengan nomor Sp.Gil/1435/VI/2018/Dit.Reskrim.Um memanggil Dahlan Singarimbun tanggal 25 Juni 2018.

"Termohon Praperadilan hanya memiliki kewenangan menetapkan Pemohon Praperadilan sebagai Tersangka setelah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp.Sidik/179/VI/2018/Dit Reskrim Um tanggal 8 Juni 2018," terangnya.

Termohon Praperadilan hanya dapat menetapkan Dahlan Singarimbun in casu Pemohon Praperadilan sebagai Tersangka hanya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku sebagaimana yang menjadi dasar hukum dalam gugatan praperadilan.

Menurut Tonin, Penyidik ternyata menyalahgunakan kewenangannya, secara subyektif menetapkan seseorang menjadi tersangka tanpa mengumpulkan bukti.

Melalui surat setebal 17 halaman itu, Dahlan dan kuasa hukumnya akan meneruskan permohonannya itu ke Kapolri Jendral Tito Karnavian di Jakarta. (R-007)


No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.