Header Ads

Polsek Turun Tangan Mediasi Dahlan Singarimbun dengan Kejari Bale Endah Bandung


SundaPos.Com | Geger terjadi di Kejaksaan Negeri Bale Endah Bandung pagi ini. Pasalnya, terjadi pengusiran secara membabi buta oleh Oknum Pegawai Kejaksaan Negeri Bale Indah Bandung terhadap istri, anak-anak Dahlan Singarimbun dan masyarakat Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dalam penyerahan berkas P-21 Tahap II dari Polda Jawa Barat kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bale Indah Bandung/ Cimahi di dalam Kantor Kejaksaan Negeri.

Terlihat dalam video amatir pada saat dipertanyaan kepada Jaksa Penuntut Umum tentang berubahnya pasal 335 KUHPidana yang disangkakan ke Dahlan Singarimbun sejak Laporan Poiisi, Surat-surat Panggilan dan sampai penahanan ternyata telah ditambah oleh JPU sehingga menjadi pasal 335 (1) KUHPidana dan hal ini menjadi Dahlan Singarimbun dan keluarganya mempertanyakannya karena pada saat BAP Tersangka dan Penahanan masih dicantumkan pasal persangkaan yaitu pasal 335 KUHPidana.

Dan dengan lantang pula JPU Kejaksaan tersebut memberikan pernyataan belum adanya alat bukti berupa batu yang dipergunakan Dahlan Singarimbun tersebut dalam melakukan kejahatan pasal 335 KUHPidana tersebut dan masih dalam pencarian dan secara spontan menjadi debat karena apa fungsi JPU yang menerima berkas tahap 2 sementara alat bukti masih di cari dan oleh JPU dikatakan silahkan buktikan saja di Pengadilan.

Dan lebih anehnya lagi, si JPU dengan bangganya menyatakan menjadi kewenangannya memberikan saran penambahan pasal sebagaimana dari 335 KUHPidana menjadi 335 ay 1 KUHPidana pada saat DAHLAN SINGARIMBUN sudah di tahan sejak tanggal 26 Juli 2018 dengan pasal 365 KUHPidana.

Dan menurut JPU tersebut, hal itu menjadi kewenangaanya dan tidak ada kepentingannya untuk menolak berkas dengan alasan belum ada batu sebagai alat bukti utama demikian juga penambahan pasal tidak perlu mempertimbangkan laporan asal dan surat-surat yang telah dikeluarkan oleh Penyidik.


Keributan pun terjadi dengan adanya seorang Oknum Kejaksaan memakai jeket kulit sehingga tidak diketahui nama dan jabatannya, sewaktu ditanyakan namanya oleh Verawati Singarimbun, maka dijawabnya namanya ANJING, dengan suara keras dan memukul meja, maka istri, anak dan kerabat DAHLAN SINGARIMBUN keluar karena tidak mau terpancing dalam keribuatan karena sudah pengalaman kriminalisasi oleh Polisi.

Kuasa Hukum Dahlan Singarimbun yang telah berbicara dengan JPU dan Polisi dari Polsek setempat mengatakan, "sebaiknya Dahlan Singarimbun dilepaskanlah karena kami sudah mengajukan surat dan oleh karena pelimpahan dilakukan secara mendadak diberitahu kemarin jam 18.00, sementara kami baru dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta setelah persidangan praperadilan nomor 21/Pid>Pra/2018/PN.Bandung tentang penetapan tersangka yang mana dari pihak Polda Jabar tidak hadir, dan kami juga punya agenda sendiri jadi sebaiknya pemberitahuan itu yang wajarlah sehingga dengan demikian pada tahap 2 hari ini kami lebih memilih tidak hadir dan terserah kepada Penyidik dan Penuntut sajalah,".

Dan terhadap kejadian di Kejaksaan Negeri tersebut, maka Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH akan membuat surat pengaduan kepada Jamwas dan Komisi Kejaksaan dan hal ini lebih indah nantinya demikian juga dengan telah datangnya dari pihak Polsek entah siapa yang membuat laporan, maka Tonin tidak memberikan komentar karena sah-sah saja masyarakt atau dari Kejaksaan membuat laporan.

Dan terhadap PT. Bandung Pakar yang sangat sakti, imbuh Tonin, karena dalam waktu sekejab perkara 335 KUHPidana laporan seorang supir becco dapat memenjarakan Dahlan Singarimbun dalam tempo 2 (dua) bulan sejak laporannya dan limpah ke Kejari harus menjadi contoh karena ada juga laporan masyarakat terhadap Purnawan Suriadi sekitar 5-7 di Polda dan Polres yang tidak diketahui kappa SPDPnya dan kenapa tidak bisa disamakan tanpa pemeriksaan terlapor dan saksi maka bisa SPDP langsung karena informasi yang diperoleh dari penyidikan mengenai Purnawan Suriadi dkk. dapat dengan seenaknya tidak mengindahkan undangan penyidik dan penyidik tidak dapat berbuat apa-apa sebagaimana jika telah ada SPDP.

Akhirnya Tonin yang juga adalah Ketua Umum DPP Paska Mesima tersebut mengatakan, "hari ini saya masukkan praperadilan semoga jam 15.00 hari ini sudah dapat masuk di Pengadilan Negeri Bale Indah Bandung, dan sekaligus 2 (dua) pra peradilan," tegasnya.

Saat ini, Polsek turun tangan memediasi Dahlan Singarimbun dengan Kejari Bale Indah Bandung (R/007)







No comments

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.