Terbaru

7/recent/ticker-posts

Tia Fitriani Dorong Peran Negara Perkuat Kesetaraan Gender di Jawa Barat

 


Bandung,Sundapos.com – Upaya mewujudkan kesetaraan gender memerlukan keterlibatan aktif negara melalui kebijakan dan dukungan nyata terhadap perempuan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar dapat terus berkarya dan berperan dalam berbagai bidang pembangunan.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Tia Fitriani, menyampaikan bahwa peran perempuan di Jawa Barat menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu. Hal ini tercermin dari semakin bertambahnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan pembangunan di berbagai sektor.

Menurutnya, negara telah menunjukkan keberpihakan terhadap perempuan melalui sejumlah kebijakan afirmatif. Di antaranya adalah pengalokasian 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, pembentukan kelembagaan yang fokus pada isu perempuan seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komnas Perempuan, hingga lahirnya berbagai regulasi yang bertujuan melindungi perempuan dan anak.

“Perempuan pada dasarnya memiliki hak yang setara dengan laki-laki. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan kesetaraan gender benar-benar terwujud,” ujar Tia Fitriani.

Legislator Partai NasDem dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung) tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor strategis, termasuk di bidang ekonomi. Menurutnya, pemberdayaan perempuan sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sebagai Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Tia Fitriani menambahkan bahwa saat ini perempuan di Jawa Barat telah memasuki berbagai bidang yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam membuka akses dan kesempatan bagi perempuan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang menghambat optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan. Salah satunya adalah budaya patriarki yang masih mengakar di sebagian masyarakat.

“Budaya patriarki masih menjadi salah satu faktor penghambat. Ini yang harus kita dorong bersama agar perempuan semakin berani maju dan mendapatkan kesempatan yang setara,” ungkapnya.

Tia Fitriani menegaskan, dengan komitmen negara dalam menyediakan jalur dan ruang yang mendukung perempuan untuk berkarya, maka kesetaraan gender bukan hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan secara nyata demi kemajuan bangsa

Posting Komentar

0 Komentar