JAKARTA,Sundapos.com - 22 April 2026 – Ketua Umum DPP Permas Nusantara, Donny Hermawan, memberikan tanggapan positif terkait pernyataan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut Jusuf Kalla (JK) sebagai tokoh teladan. Donny menilai, sikap Gibran tersebut mencerminkan kriteria pemimpin muda idola yang dibutuhkan Indonesia saat ini: berwawasan luas namun tetap menjunjung tinggi etika terhadap para pendahulu.
Pernyataan ini muncul menyusul komentar Gibran yang menanggapi peran penting Jusuf Kalla dalam perjalanan karier politik Presiden Joko Widodo. Gibran secara terbuka menyebut JK sebagai sosok teladan bagi semua pihak.
Donny menegaskan bahwa pengakuan terhadap jasa dan peran tokoh senior adalah modal besar bagi kepemimpinan anak muda di masa depan. Menurutnya, transisi kepemimpinan nasional akan berjalan mulus jika generasi muda memiliki kerendahan hati untuk belajar.
"Apa yang disampaikan Mas Gibran adalah cermin kepemimpinan yang dewasa. Pemimpin muda idola bukan hanya mereka yang mahir teknologi atau bicara transformasi digital, tapi mereka yang punya integritas untuk mengakui peran mentor dan tokoh bangsa seperti Pak JK," ujar Donny Hermawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (22/4).
Kriteria Pemimpin Muda Idola
Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa Permas Nusantara melihat tren kepemimpinan masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan kolaborasi lintas generasi.
"Kami di Permas Nusantara meyakini bahwa pemimpin muda idola adalah mereka yang mampu memadukan energi baru dengan kebijaksanaan lama. Jangan sampai anak muda merasa bisa berdiri sendiri tanpa berpijak pada fondasi yang telah dibangun para senior sebelumnya," tambahnya.
Harapan untuk Stabilitas Politik Donny berharap sikap saling menghormati antar-tokoh bangsa ini terus dirawat untuk menjaga stabilitas politik nasional. Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk mencontoh narasi kesejukan yang ditampilkan dalam komunikasi politik tersebut.
"Narasi rasa hormat ini harus menular ke level bawah. Jika pemimpinnya saling meneladani, maka pendukungnya pun akan bergerak dengan cara yang santun dan konstruktif," tutup Donny.(Red)

0 Komentar