Bandung, Sundapos.com- Dra.Hj.Tia Fitriani, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, menggelar Reses II Masa Sidang 2025–2026 di Aula Kantor Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum penyerapan aspirasi masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Rancamulya Budi Sudrajat, kader PKK dan Posyandu, para Ketua RT/RW, organisasi Dulur Satia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta konstituen. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Rancamulya Budi Sudrajat berharap kehadiran legislator Komisi III DPRD Jawa Barat itu dapat mempercepat realisasi pembangunan di wilayahnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong demi kemajuan desa.
Budi menuturkan, program rumah tidak layak huni (rutilahu) masih menjadi kebutuhan mendesak karena banyak warga yang membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal. Selain itu, pembangunan infrastruktur desa juga memerlukan dukungan lebih lanjut, mengingat sejumlah rencana belum sepenuhnya terealisasi. Pemerintah desa pun berharap pembangunan SMA Negeri di wilayah Pameungpeuk dapat segera terwujud guna meningkatkan akses pendidikan masyarakat.
Sementara itu, Tia Fitriani menyoroti kondisi keuangan desa yang tengah menghadapi tantangan akibat penyesuaian anggaran. Dampaknya, beberapa program pembangunan yang telah direncanakan terpaksa mengalami penundaan.
Ia mengajak masyarakat tetap solid mendukung pemerintah desa, khususnya dalam menjalankan program prioritas yang masih dapat direalisasikan. Program yang berjalan harus dikawal agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata, terutama pada perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan yang masih rusak di sejumlah titik.
Pada kesempatan tersebut, Tia juga memaparkan sembilan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan perempuan dan pemuda, peningkatan layanan publik berbasis digital, serta penguatan ketahanan lingkungan dan kebencanaan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan partisipasi aktif masyarakat.
Tia turut mengapresiasi antusiasme warga yang tetap menghadiri kegiatan reses di bulan Ramadan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangannya di tingkat provinsi serta memastikan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat dipahami dan diakses seluruh lapisan masyarakat (red )

.jpeg)
0 Komentar