Bandung,Sundapos.com— West Java Technofest 2026 akan digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) pada 30–31 Mei 2026 di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung. Ajang ini direncanakan mendapat dukungan langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan pengembangan robotika dan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan.
Rencana penyelenggaraan tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Gedung Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Jalan Moch. Ramdhan No. 117, Bandung, Senin (04/05/2026). Pertemuan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman, didampingi Kepala Bidang Urais Agus Sutisna, bersama jajaran PRSI.
Perwakilan Pengurus Besar PRSI, Riksa Rifqy Fuadi selaku Kepala Departemen Kemitraan dan Kerja Sama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sinergi sebelumnya dengan Kantor Staf Wakil Presiden, khususnya dalam pengembangan pembelajaran robotika di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Ia menegaskan, Technofest ini diharapkan menjadi ruang lahirnya talenta muda sekaligus memperluas akses pembelajaran teknologi.
Beragam agenda akan meramaikan kegiatan tersebut, mulai dari kompetisi robotika untuk seluruh jenjang pendidikan dari tingkat TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA hingga perguruan tinggi—dengan target sekitar 500 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, akan digelar seminar, workshop, hingga program sertifikasi guru guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam bidang robotika berbasis pembelajaran proyek.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Persatuan Guru Madrasah (PGM) sebagai mitra strategis, terutama dalam penguatan kompetensi dan sertifikasi guru madrasah. Menariknya, seluruh rangkaian acara dirancang terbuka tanpa biaya, sehingga memberi kesempatan luas bagi pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik untuk berpartisipasi.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran Wakil Presiden akan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Kementerian Agama dan PRSI, dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Ia juga mendorong madrasah serta perguruan tinggi keagamaan Islam untuk aktif terlibat dalam pengembangan robotika dan AI. Upaya ini dinilai penting guna menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin pesat.
West Java Technofest 2026 sendiri sejalan dengan agenda pemerintah dalam menghadapi era industri 4.0, di mana digitalisasi dan otomasi berkembang cepat. Penguatan kompetensi di bidang robotika dan AI menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk di lingkungan madrasah dan pesantren.

0 Komentar