Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Bandung,
Sundapos.com –DDi Titik Ke 5 Reses pertama Masa Sidang 2024-2025, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dari Fraksi NasDem Daerah Pemilihan Jawa Barat 2 Kabupaten Bandung, Dra Hj Tia Fitriani.,,
Dilaksanakan di kampung sindangsari Rw 15 kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah kabupaten Bandung, pada Hari Jumat 15/11/2024 .
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ratusan warga sindang sari, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua RW, ketua rumah pelangi, FPPI, karang taruna, serta para relawan Dulur satia . ,
Tia Fitriani memaparkan tugas dan fungsi DPRD jawa Barat, Tia Fitriani juga Selaku Ketua FPPI DPD jawa barat, terus menggencarkan sosialisasi dan evaluasi Upaya penanganan Stunting
Untuk itu, anggota DPRD dari Fraksi Nasdem ini menyampaikan, melalui reses 1 masa sidang 2024-2025 .
Dalam kesempatan Reses pertama Masa Sidang 2024-2025 ini Anggota DPRD Provinsi jawa Barat Fraksi NasdeM Tia Fitriani,,
Menampung, mencatat dan untuk di perjuangkan agar terealisasi Aspirasi Aspirasi yang di sampaikan oleh warga sindang sari RW 15 Kelurahan Manggahang kepadanya. ,
selain untuk menyerap aspirasi masyarakat dirinya juga ingin mengisi kegiatan dengan materi yang edukatif di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah saat ini, salah satunya persoalan stunting.
Bagi anggota DPRD Jawa barat dari Dapil kabupaten Bandung ini, setiap lapisan masyarakat dari tingkat keluarga perlu mengetahui dan mendapatkan informasi tentang bahaya dan pencegahan stunting.
Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Bagi Tia
Fitriani, meskipun baru pertama kali melakukan reses di kampung Sindangsari,
desa Manggahang. Dirinya banyak mendengar aspirasi dan melihat banyak potensi
yang dimiliki di wilayah ini, khususnya untuk SDM (Sumber Daya Manusia)
kepemudaannya. Baik itu karang taruna nya dan komunitas lokalnya.
“Di sini
banyak aspirasi yang disampaikan. Dan luar biasa di kampung Sindangsari RW 15
ini, karang taruna nya aktif dan kreatif berupaya untuk mengolah sampah
sendiri. Nanti akan kita aping (kawal) dan lihat, bagaimana (mengolahnya) dan
apa yang mereka butuhkan,” ungkap Tia Fitriani.
Tadi
mewakili warga, kata Tia Fitriani, Ketua RW sudah menyampaikan bahwa karang
taruna yang mengelola sampah warga saat ini membutuhkan gerobak sampah tambahan
untuk moda angkutan sampah dari rumah-rumah warga, terangnya.
Tak hanya
Karang Taruna, Tia Fitriani mengapresiasi keberadaan Rumah Pelangi di kampung
Sindangsari RW 15, desa Manggahang, Baleendah.
Menurutnya,
Rumah Pelangi yang didirikan oleh pemuda bernama Ade Suhendar ini merupakan
wadah edukasi bagi anak-anak di luar sekolah. Memberikan dan mengisi kegiatan
positif bagi anak-anak dengan konten-konten yang mengandung literasi dan
kearifan lokal budaya.
“Nanti
akan kita lihat juga apa-apa yang bisa kita bantu agar rumah pelangi ini bisa
lebih memberikan warna yang lebih semarak untuk anak-anak,” janjinya.
Di titik
ke-5 Reses I Tahun sidang 2024-2025, selain menyerap aspirasi yng disampaikan
warga. Anggota DPRD Jabar dari fraksi NasDem, Tia Fitriani tetap memberikan
penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan stunting kepada masyarakat.
“Kehadiran
saya di sini juga tetap menyampaikan tentang bahaya nya stunting. Kita harus
perangi stunting untuk masa depan Indonesia, khususnya Jawa Barat, terkhusus
lagi kabupaten Bandung terbebas dari stunting,” tutur Tia Fitriani.
“Dan saya
tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan hal tersebut. Insya Allah di
perkenalan hari ini akan ada pertemuan lanjutan. Kalau saya diundang ke sini di
lain kesempatan, karena anak-anak muda nya luar biasa,” pungkasnya.


.jpeg)
.jpeg)






Komentar