Terbaru

7/recent/ticker-posts

Tia Fitriani Gelar Kesenian Sunda di Rancaekek, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal



Kabupaten Bandung, Sundapos.com  – Upaya pelestarian budaya lokal terus didorong Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Tia Fitriani, melalui kegiatan “Gelar Budaya Kesenian Sunda” yang digelar bersama masyarakat di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah desa, para penggiat seni dan budaya, Paguron Raga Mekar Panglipur, hingga tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta konstituen yang tergabung dalam tim Dulur Satia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental sepanjang acara berlangsung.

Beragam pertunjukan seni tradisional Sunda turut memeriahkan kegiatan ini. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, penampilan tersebut juga menjadi bentuk nyata dari upaya menjaga eksistensi kesenian daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dalam kesempatan itu, Tia Fitriani menyampaikan bahwa kegiatan budaya memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Jawa Barat. Ia menilai, di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, budaya daerah harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan komitmen semua pihak.

Lebih lanjut, Tia berharap kegiatan gelar budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga nilai-nilai tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.

Sementara itu, masyarakat Desa Linggar menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku senang dan bangga karena kesenian tradisional kembali ditampilkan dan mendapat perhatian dari berbagai pihak. Warga juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat hubungan serta membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara masyarakat dan pemerintah.

Dengan adanya kegiatan “Gelar Budaya Kesenian Sunda” ini, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.

Posting Komentar

0 Komentar