Bandung, Sundapos.online – Rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Jawa Barat yang diadakan di Grand Hotel Preanger Bandung dibuka oleh ketua TPPS provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergitas diantara tingkat provinsi, kabupaten dan kota
H. M Hairun, S.H.,M.H mengungkapkan belum bisa mengevaluasi karena baru berjalan 6 bulan, namun berdasarkan kondisi stunting tahun 2021 di Kabupaten Bandung sebesar 31 %, angka ini di provinsi Jawa Barat termasuk cukup tinggi. Kabupaten Bandung termasuk 3 besar stunting di Jawa Barat bersama dengan Garut dan Cianjur. Dengan kondisi ini mencoba me mapping per tahun, dengan target tahun 2022 sekitar 27 % .
Menurut H. M Hairun penurunan 4 point ini cukup berat tergantung kinerja dan kerjasama upt terkait dan dukungan dari mitra yang lain bagaimana agar stunting bisa menurun. Salah satunya membentuk tim pendamping keluarga sebanyak 8360 orang yang tersebar sampai tingkat desa. Tim ini disebar untuk mengunjungi calon pengantin, ibu hamil dan ibu bersalin. Penanganan stunting dari hulu sampai hilir, dari hulu yaitu calon pengantin harus dibekali karena salah satu masalah stunting adalah usia kawin muda , ibu hamil dimana masa hamil merupakan masa emas ibu hamil harus mengetahui asupan gizi protein dan vitamin untuk janin yang dikandung, dan ibu bersalin juga harus mengetahui tumbuh kembang anak.
Rapat koordinasi ini mempertemukan tim percepatan penurunan stunting provinsi dengan kabupaten dan kota supaya bisa bersinergi dan saling berkolaborasi supaya target yang sudah ditetapkan bisa tercapai. Sudah dibentuk tim pendamping keluarga yang merupakan kader dari masyarakat yang bisa melaporkan kondisi di masyarakat. Kepala BKKBN Dr. Drs. Wahidin, M.Kes berharap sesuai dengan instruksi gubernur Jawa Barat zero stunting maka untuk mencapai target perbanyak kolaborasi, semua program dikerjakan bersama tidak ada dinas yang paling sektoral.(Andri)














Komentar